Sekilas tentang biaya dan investasi

Beberapa bulan ini Indonesia diramaikan dengan banyaknya penipuan dalam berbagai macam bentuk, baik investasi maupun jasa. Artikel ini akan mencoba membahas sedikit apa saja yang perlu diketahui perihal biaya jasa dan hasil dari investasi.

Private company berorientasi pada profit / untung

Satu hal yang perlu diingat saat ingin menggunakan suatu jasa, adalah perusahaan / orang / badan yang menawarkan jasa tersebut pasti mencari keuntungan dari transaksi tersebut. Perusahaan akan mengambil keuntungan dari profit margin yang telah ditetapkan sebelumnya. Ambil contoh profit margin 20%, yang berarti untuk transaksi sebesar Rp. 120 ribu berarti perusahaan mengambil untung 20 ribu, dan 100 ribu adalah biaya asli dari jasa yang dikeluarkan.

Profit margin bermacam-macam sesuai dengan barang / jasa dan kisaran harga yang ditawarkan. Namun role nya tetap sama, apabila perkiraan keuntungan yang diperoleh dari penyedia jasa sangat sedikit, pasti ada sesuatu di belakang barang / jasa yang ditawarkan.

Memperkirakan keuntungan

Untuk mencari tahu kisaran keuntungan dari satu barang / jasa tidak mudah dan diperlukan pengetahuan mendalam terkait bidang tersebut. Namun minimal, anda bisa membandingkan harga barang / jasa yang ditawarkan, dengan kisaran harga lain yang berada di pasaran.

Misalnya sebuah mouse wireless model A dijual di kisaran Rp. 90-100 ribu, maka bila ada yang menjual di harga 120 ribu adalah sangat kemahalan, dan di harga 70 ribu sangat kemurahan. Pasti ada sesuatu pada mouse yang dijual di harga 70 ribu itu, apakah penjualnya tidak membayar pajak penjualan, atau barang masuk melalui jalur gelap sehingga tidak terkena pajak impor, atau bisa jadi itu adalah barang rekondisi. Namun mungkin juga si penjual membeli mouse tersebut dalam jumlah grosiran, sehingga harga perolehannya bisa sangat murah dan mampu menjualnya lebih murah.

Intinya, bila tidak ada kompetitor yang mampu menwarakan barang / jasa di tingkat harga yang sangat rendah tersebut, pasti ada sesuatu di belakangnya.

“Sesuatu di belakang harga yang sangat rendah”

Banyak faktor yang bisa membuat harga suatu produk / jasa menjadi sangat rendah, baik itu positif ataupun negatif. Mengetahui alasan di balik harga yang rendah tersebut sangat membantu kita menilai apakah barang / jasa tersebut layak untuk dibeli / diperoleh.

Alasan pertama yang paling umum, yaitu untuk promosi. Produk-produk dengan merk / model baru banyak yang dijual dengan kisaran harga 10% lebih murah untuk kepentingan promosi. Setelah banyak transaksi yang berhasil, baru produk tersebut kembali ke nilai aslinya.

Berikutnya adalah adanya pendapatan di samping barang / jasa yang ditawarkan. Misalnya mesin pencarian google yang gratis, di belakangnya ada transaksi yang besar untuk menempatkan website-website tertentu di halaman pertama pencarian google.

Biaya yang lebih rendah juga bisa jadi alasan rendahnya harga barang / jasa yang ditawarkan. Membeli barang secara grosir dan langsung dari agen utamanya, tentu akan mendapatkan diskon dan dapat dijual lagi dengan harga lebih murah. Produksi furniture dengan mesin dalam jumlah yang banyak, seperti yang dilakukan IKEA saat ini, tentu mengurangi biaya produksi. Uber dapat menawarkan harga yang lebih murah dari taksi konvensional, terlepas dari niat promosinya, beberapa alasannya adalah struktur organisasi yang lebih ramping dan proses yang lebih efisien.

Dalam investasi

Dalam investasi, suku bunga bank dapat dijadikan acuan untuk menentukan ekspektasi return profit dari investasi di pasaran. Misalnya bank A, B dan C masing-masing menawarkan suku bunga deposito sebesar 5%, 5.5% dan 6% per tahun, berarti kisaran return profit investasi yang paling aman di pasaran adalah sebesar itu. (Bila dalam contoh ada bank D yang menawarkan bunga deposito 8% per tahun juga perlu diwaspadai, apalagi bank yang kurang ternama).

Investasi dengan profit return yang lebih kecil dari bunga deposito tidak bermanfaat, taruh saja di deposito bank. Semakin besar return profit investasi yang ditawarkan dibandingkan dengan suku bunga bank, semakin besar risk yang harus dihadapi dari investasi tersebut (misalnya saham).

Dalam dunia IT…

Aturan yang sama juga berlaku dalam dunia IT. Harga yang sangat beragam dari vendor-vendor yang beragam untuk satu produk (applikasi) IT memiliki alasan-alasan tersendiri di belakangnya. Apakah memang biaya development nya mahal (jumlah programmer banyak), apakah vendor tidak efisien sehingga harga mahal atau sebaliknya, apakah vendor memiliki produk yang serupa sehingga kustomisasi tidak banyak, ataukah vendor menghasilkan produk yang berkualitas rendah (kita akan membahas kualitas software di lain kesempatan).

Namun secara umum, profit margin yang cukup logis (mungkin sekitar 15%-20%) sangat diperlukan bagi vendor untuk tetap mampu melanjutkan usahanya.

Kesimpulan

Setiap produk / jasa memiliki biaya dasarnya, dan ditambah dengan profit margin lalu menghasilkan harga pasaran. Harga yang lebih murah dari harga pasaran pasti memiliki alasan di belakangnya. Untuk IT, karena proses developmentnya lebih kompleks, maka harga penawarannya lebih beragam dari satu vendor ke vendor lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s