Demand

Gaji programmer di Indonesia rendah, kok bisa?

Latar belakang

Selama saya beraktifitas dalam komunitas programmer dan berdiskusi dengan programmer2 lain, banyak muncul pertanyaan mengapa gaji programmer di Indonesia tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Saya pernah memberi beberapa jawaban yang kira-kira mampu menggambarkan sebab-akibat rendahnya gaji programmer di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, saya mencoba merangkumnya dalam sebuah tullisan artikel dengan harapan lebih banyak orang yang dapat melihatnya dan mempermudah saya menjelaskan topik ini berulang kali.

Gaji programmer

Periode saat saya mulai berkarir di dunia pemograman adalah sekitar awal 2012. Saat itu kisaran gaji programmer entry level adalah di 3 juta rupiah hingga 4 juta rupiah. Saat ini di awal 2016, kisaran gaji programmer entry level juga tidak jauh berubah, sekitar di kisaran 4 juta rupiah.

Nilai ini tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara2 tetangga seperti singapura dan malaysia. Apalagi dengan banyaknya berita tentang hebatnya jadi programmer dan beberapa kisah programmer yang sukses membuat kita merasa tingkatan gaji programmer di Indonesia tergolong rendah. Benarkah begitu?

Nilai tukar rupiah dan nilai biaya hidup

Salah satu penyebab rendahnya gaji programmer bila dibandingkan dengan negara-negara lain di level setingkat adalah karena rendahnya nilai tukar rupiah dibandingkan dengan mata uang asing. Selain itu, rendahnya nilai biaya hidup di Indonesia membuat perusahaan-perusahaan tidak terdesak untuk meningkatkan gaji programmer.

Masih dianutnya konsep tradisional career ladder di perusahaan

Career ladder yang masih dianut di Indonesia adalah yang masih bersifat tradisional. Jenjang karir tersebut berarti setelah diawali dari junior programmer, dilanjutkan dengan senior programmer dan masuk ke jenjang managerial. Sementara konsep career ladder modern memungkinkan seorang programmer untuk naik ke jenjang berikutnya sebagai spesialis (technical) dan professional, salah satunya sebagai enterprise architect.

Konsep tradisional ini membuat stereotype bahwa gaji manajemen / project manager lebih tinggi dari programmer, dan gaji programmer sekali lagi terlihat rendah.

Supply and demand

Bila kita teliti lagi, gaji-gaji tinggi programmer di luar negeri dikarenakan kebutuhan akan skill programming yang juga tinggi dan tanggung jawab yang juga tinggi. Katakan Microsoft, Google, Facebook dan juga Wordpress (promosi terselubung) memerlukan programmer dengan skill yang tinggi dan tanggung jawab yang besar. Di samping itu, perusahaan2 tersebut juga adalah perusahaan IT yang bersifat sebagai provider / enabler, yang mana pendapatannya lebih tinggi dan service-nya lebih diminati.

Berbeda dengan kondisi di Indonesia. Hinga tahun 2010, mayoritas programmer diperlukan untuk men-develop custom application di software house atau internal perusahaan. Programmer2 tersebut masih menggunakan teknologi yang di-provide oleh perusahaan2 dari luar negeri seperi microsoft, SAP, atau wordpress. Dan sistem yang dikembangkan sebagian besar hanya bersifat CRUD atau administration screen.

Sejak tahun 2010, banyak startup-startup digital muncul di Indonesia. Kebutuhan akan programmer dengan skill lebih tinggi meningkat. Namun tetap saja peningkatan tersebut belum maksimal karena Indonesia masih belum mencetak produk-produk digital yang bisa digunakan secara internasional. Dan juga, demand untuk embedded programming dan robotik juga masih rendah, membuat kisaran gaji programmer juga ikut rendah.

Stereotype bahwa skill programmer Indonesia rendah

Masih berkaitan dengan supply and demand, rendahnya demand untuk programmer dengan skill tinggi membuat programmer2 dengan skill yang tinggi untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Pencarian kerja di luar negeri dilakukan dengan harapan untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari kisaran gaji-gaji di Indonesia.

Kondisi tersebut mengakibatkan munculnya pandangan bahwa programmer-programmer di Indonesia memiliki skill yang lebih rendah dari programmer-programmer dari luar negeri. Maka saat startup-startup / perusahaan baru ingin menempatkan programmer di posisi strategis, maka dipilihlah mereka-mereka yang berasal dari luar.

Sulit menilai programmer dengan skill tinggi

Dari kacamata non-teknis, sulit membedakan programmer dengan skill tinggi atau programmer dengan skill rendah. Dengan anggapan bahwa semua programmer (katakan yang bisa bahasa pemograman php) memiliki skill yang sama, maka memilih programmer-programmer yang setuju dengan gaji rendah adalah logis.

Rendahnya dukungan pemerintah / institusi resmi di Indonesia

Partisipasi pemerintah dan institusi-institusi di Indonesia tegolong cukup rendah dalam bidang IT. Rendahnya partisipasi itu membuat perusahaan-perusahaan, terutama yang menengah di Indonesia menjadi antipati terhadap investasi dalam bidang IT. Mereka jadi beranggapan bahwa investasi IT tidak menghasilkan, mahal dan beresiko tinggi. Ditambah lagi dengan banyaknya transaksi / dokumen di Indonesia yang lebih diutamakan secara manual, makin membentuk anggapan perusahaan-perusahaan tersebut.

Kesimpulan

Terbentuknya tingkat gaji programmer yang rendah diakibatkan banyak faktor yang cukup kompleks, dengan berbagai pihak yang ikut bertanggung jawab di dalamnya.